browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Potret Pendidikan

Posted by on October 28, 2012

Tetap Belajar Dengan Keterbatasan

Belajar itu bisa dimaana saja tergantung semangat dan kemauan.

Derita Kelas Ku

Siswa SDN Negeri Dukuh 2 Galuga Bogor tetap asik bercanda tawa saat istirahat. Padahal kondisi kelasnya memprihatinkan. Perlu adanya perhatian pemerintah untuk memperbaikiya agar semangat belajar siswa tidak pernah padam.

Dua Sisi Pendidikan

Tak semua anak bernasib sama. Tak semua punya kesempatan untuk pergi ke sekolah bersama teman-temannya, belajar di ruang kelas, atau bahkan hanya untuk mepunyai beberapa buku saja, tak semua anak memiliki kesempatan itu. Namun dari semua anak yang tak memiliki kesempatan belajar, beberapa diantaranya tetap berjuang untuk meraih mimpinya Belajar dengan buku seadanya di dalam gerobak sampah milik Ayahnya yang seorang pemulung. Sementara anak lain tengah menuju sekolah. Menjadi seperti ini  bukan mimpinya. Bukan angannya. Seandainya ia bisa memilih. Ia anak memilih untuk hidup lebih baik, lalu bisa belajar dengan bahagia seperti anak-anak lainnya. Juga meraih mimpinya.

 

Si Bintang Kebingungan

Berani itu baik, tapi berani dengan persiapan itu jauh lebih baik. Jadi gak kebingungan di tengah jalan

Tanamkan Minat Baca Sejak Dini

Foto ini diambildi Desa Sajira, Rangkas Belitung-Banten. Kedua anak ini menggambarkan keminatan dan rasa keingintahuan mereka dengan membaca.

Semangat Anak Bangsa

Indonesia sebenarnya patut bangga, karena Indonesia memiliki anak bangsa, generasi penerus bangsa Indonesia, yang memiliki semangat juang untuk menuntut ilmu. ini adalah contoh kecil dari mereka yang memiliki semangat seperti itu. Mereka adalah anak-anak sekolah dasar disalah satu desa yang terdapat di desa Brebeg Cilacap. Setiap harinya mereka harus menempuh jarak yang sangat jauh, kurang lebih 2.5 KM. Selain itu mereka harus melewati jalan uyang yang lebih pantas dibilang jalan kambing atau bahkan mungkin bisa disebut kolam lele karena kondisinnya yang sangat-sangat parah, belum lagi hujan turun. Ketika nujan turun jalan yang mereka lalu sangat licin, ditambah lagi banyak lubang-lubang jalan, tanjakan sampai turunan yang harus mereka lewati juga sangat terjal, yang sebenarnya kondisi seperti ini membahayakan mereka sendiri. Tetapi dibalik itu semua mereka masih menyimpan sebuah kebahagiaan, itu terlihat pada gambar yang saya dapat, diperjalanan mereka masih dapat bercanda dengan riang dengan teamn-teman mereka. Mereka seakan sudah terbiasa dan mungkin jalan seperti itu sudah menjadi teman mereka sekan ini. Di sepanjang perjalanan sekolah maupun pulang sekolah mereka isi dengan kegembiraan sehingga tak terasa akan jauhnya jalan yang sudah mereka tempuh. Mereka juga tidak pernah mengeluh dengan kondisi yang seperti itu. Itu adalah contoh kecil dari perjuangan anak bangsa yang patut dibanggakan. Diluar sana sebenarnya masih banyak lagi anak yang seperti itu ataupun mungkin yang lebih parah dari mereka.

Gantian Dong

Anak-anak berdesakan berebut ingin menulis di papan tulis mereka.  Menghitung, menggambar, atau menulis apapun. Semuanya bersemangat untuk mendapat kesempatan belajar dan berkreasi, meski harus menunggu giliran menggunakan papan tulis dan kapur tulis yang tak tersedia dalam jumlah banyak, mereka tak keberatan, mereka menunggu dengan sabar. Semua demi sebuah kesempatan untuk belajar.

“Senyuman Manis Si Kecil”

Si kecil berangkat sekolah dengan penuh semangat dibalut seragam merah putihnya. Si kecil merupakan generasi penerus bangsa yang kelah akan menjadi pemimpin kleuarga, masayrakat, dan bangsanya. SENYUM dan SEMANGAT inlah yang harus di jaga oleh seluruh elemen pendidikan untuk menghadapai realita pendidikan Indonesia tercinta.

Belajar Bersama

Empat orang siswa kurang mampu yang bersekolah di SDN Situ Leutik  Bogor dan tergabug dalam Sanggar Juara*. Keempat anak yang menjadi objek foto ini bernisiatif sendiri untuk bersama-sama belajar ensiklopedia yang disediakan oleh kakak asuh Sanggar Juara  ketika kakak asuhnya sedang mengajar kelompok adik asuh lain. Keempat anak itu tmpak sangat bersemangat mempelajari ensiklopedia, salah satu anak membaca dan yang lainnya menyimak, mereka melakukan kegiatan tersebut secara bergantian. Inilah potret  generasi muda Indonesia untuk belajar dan menimba ilmu. Walaupun mereka berasal dari keluarga kurang mampu, mereka memiliki keinginan dan semangat yang tinggi untuk menambah pengetahuan dan menimba ilmu. Namun, sudahkah pendidikan Indonesia menjangkau dan menampung semangat mereka itu?sudahkah pendidikan dinikmati dan menampung semangat seluruh anak-anak Indonesia yang kurang mampu untuk belajar dan menimba ilmu?

Sanggar Juara merupakan kegiatan program kreativitas mahasiswa bidang  pengabdian masyarakat yang digagas oleh mahasiswa IPB. Kegiatan Sanggar Juara bertujuan untuk berbagi dengan anak-anak kurang mampu lewat kegiatan mengajar dan kreatif lainnya untuk mengasah bakat maupun kepekaan anak-anak terhadap lingkungan. Selain itu, Sanggar Juara bertujuan mengembangkan kepedulian dan kepekaan mahasiswa terhadap realita bagi pendidikan anak-anak kurang mampu dan ikut berkontribusi dalam pendidikan generasi calon penerus bangsa Indonesia tersebut.

Togetherness

Terlihat anak berbaju biru sedang berbagi ilmu pada anak-anak lain yang tidak mampu untuk mengenyam pendidikan.

Potret Anak Bangsa Dibalik Perkembangan Zaman

                Mungkin tak pernah terbesit sedikitpun dipikiran kita bahawa di zaman yang sudah semakin maju seperti ini masih ada anak-anak pergi sekolah dengan menyeberangi lautan. Jika kita sedikit menengok ke daerah-daerah perkotaan, banyak anak-anak sekolah yang mengendarai sepda motor bahkan mobil. Saat ini, jarang sekali anak sekolah yang menggunakan angkutan umum. Namun, teman-teman kita yang berada di daerah pinggiran dengan semangat pergi kesekolah dengan menggunakan kapal. Keadaan yang saya lihat tersebut hanyalah segelumit gambaran bagaimana semangat pelajar yang ada di daerah pinggiran. Bahakan, mungkin masih banyak keadaan anak-anak yang lebih memilukan hati jika kita melihatnya karena mereka harus berjalan berpuluh-puluh meter maupun menggunakan kapal datang ke sekolah. Dari foto tersebut tergambarkan betapa semangatnya anak-anak tersebut untuk menuntut ilmu dan meraih cita-cita, dibalik gencarnya anak-anak di daerah perkotaan yang selalu ingin menampakan kekayaan orang tuanya dengan cara datang kesekolah menggunakan kendaraan yang mewah

Siswa-Siswi Sekolah Masih Peduli Terhadap Kondisi Sosial Lingkungan Sekitar

Foto ini ambil di sekitar Taman Kencana Bogor. Saat itu saya melihat siswa-siswi berseragam  SMA sedang meminta bantuan kepada para pengguna jalan dengan kardus yang bertuliskan PEDULI BENCANA. Pada saat itu telah terjadi becana alam yang melanda saudara-saudara kita di sekitar wilayah Gunung Merapi Yogyakarta. Hal ini seakan menghapus paradikma kita yang menganggap bahwa siswa siswi sekolah apalagi yang berada di kota-kota besar hanya mementingkan diri sendiri dan tidak peduli kondisi sosial lingkungan di sekitarnya.

Ekspresi Anak Pintar Sekolah Merapi

Pada dasarnya pendidikan adalah Peduli, memanusiakan manusia. Sejumlah anak – anak merapi sangat memperhatikan guru dari mahasiswa UNY yang sedang mendongeng, meskipun sekolah mereka hancur, rumah mereka hilang. Mereka tatap memiliki semangat belajar yang tinggi untuk menjadi anak bangsa yang cerdas kelak. Tak ada rotan akar pun jadi, belajar di luar ruang pun jadi, lalu yang menjadi pertanyaan besar adalah sudahkah kita peduli dengan mereka? Foto ini hanya sebagian kecil fenomena pendidikan kita di Indonesia. Semoga dengan acara IDEA 2011 IPB ini, kita tersadarkan untuk peduli anak merapi Yogyakarta maupun daerah lain di Indonesia. HIDUP MAHASISWA!!!

“Teman Sebangku”

“ Bagaiamanapun pendidikan di Indonesia saat ini, mereka tetap bertahan, terus tersenyum, saling percaya dan tetap berjuang bersama, karena mereka tahu inilah awal mula perjalanan mereka untuk mencapai masa depan cemerlang”.

“SEMANGAT”

Seoranng guru membuka sesi Tanya jawab kepada murid-murid dengan penuh semangat dan antusiasme yang tinggi.

Aku Lelah dan Ingin Berubah

Objek foto ini merupakan seorang anak yang bekerja sebagai pemulung di TPA Galuga, Bogor, Jawa Barat. Dalam foto ini diceritakan betapa ironis seorang anak kecil yang kesehariannya mencari sampah. Sungguh miris anak kecil seperti itu harus bekerja keras mencari uang. Pendidikan gratis merupakan kata kunci atau jalan keluar yang bias mengubah dan mencerahkan masa depannya. Semoga pendidikan gratis dari pemerintah bias menyetuh orang orang seperti dia dan dapat mengubah bangsa ini menjadi lebih baik lagi.

Belajar Keterampilan Bersama Kakak Asuhku

Anak-anak SDN Situ Leutik Bogor yang tergabung dalam Sanggar Juara beserta salah satu kakak asuh yang sedang belajar keterampilan bersama. SDN Situ Leutik berada di tengah-tengah gang perkampungan sempit dan berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan gratis bagi seluruh siswa yang mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu. Sanggar Juara sendiri merupakan kegiatan program kreativitas mahasiswa bidang pengabdian masyarakat yang digagas oleh mahasiswa IPB. Kegiatan Sanggar Juara bertujuan untuk berbagi dengan anak-anak kurang mampu lewat kegiatan mengajar dan kegiatan kreatif lainnya untuk mengasah bakat maupun kepekaan anak-anak terhadap lingkungan. Selain itu, Sanggar Juara bertujuan mengembangkan kepedulian dan kepekaan mahasiswa terhadap realita pendidikan bagi anak-anak kurang mampu dan ikut berkontribusi dalam pendidikan generasi calon penerus bangsa Indonesia tersebut. Di tengah realita pendidikan di Indonesia yang tidak merata bagi kaum kurang mampu, masih ada mahasiswa yang peduli. Masih ada generasi muda yang tidak hanya diam melihat realita yang ada ataupun menunggu orang lain bertindak untuk mengatasinya, melainkan langsung berkontribusi. Kita bisa, bila kita benar-benar membuka mata dan hati untuk lebih peduli.

PARADOKS

Sulitnya anak- anak tak mampu untuk sekolah karena biaya bahkan rela tidak sekolah, di sisi lain anak-anak yang memiliki kesempatan untuk menikmati pendidikan justru melalaikannya.

 SADAR MENDIDIK

Beberapa mahasiswa IPB yang tergabung dalam komunitas Sanggar Juara ikut mewarnai pendidikan Indonesia di Dramaga, Bogor. Dengan slogan komunitas mereka “ Mendidik adalah Tugas Orang Terdidik”, mereka tak pernah bosan mengajar tambahan kepada anak-anak Sanggar Juara yang berisikan anak-anak dari kelas 1 samapi 6 SD pada setiap akhir pekan.

 

Pesan Dari Dua Murid

Foto ini menceritakan mengenai harapan dan ketulusan dari dua orang murid sekolah dasar. Harapan dari dua murid pertama dengan kertas yang berisikan gambar Pahlawan Nasional Ki Hajar Dewantara ingin menyampaikan pesan bahwa pendidikan merupakan sesuatu yang bisa menjadi cahaya penerang untuk mencerahkan masa depan mereka karena itu pemerintah perlu terus mendukung dengan adanya pendidikan gratis. Kemudian ketulusan murid kedua yang membawa kertas berisikan logo Tut Wuri Handayani ingin memberikan kado ulang tahun dengan menyampaikan ucapan” Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2011”. Meskipun foto di perankan oleh model dua murid tersebut, namun hal tersebut harapannya merupakan representasi pesan dari murid sekolah dasar yang lain yang ada di Indonesia

 

Sourced: lomba fotografi IDEA 2011

Comments are closed.